Langsung ke konten utama

CERITA KE LOMBOK : Pendakian ke Rinjani I

photo by trishaaulia

Setelah sarapan, motor dinyalakan, Senin 7 Agustus 2017, saya dan teman-teman berangkat menuju Gunung Rinjani. Rumah Kevin terletak di Lombok Barat, Rinjani terletak di Lombok Timur. Butuh waktu sekitar 3 jam untuk sampai ke Rinjani. Cerita ini akan lumayan panjang. Memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani kami disambut oleh udara yang cukup dingin yang membuat beberapa diantara kami memakai sarung tangan. Jalanan menanjak dan berkelok-kelok. Beberapa motor ada yang tidak kuat yang mengharuskan orang yang dibonceng harus turun. Bahkan vinny yang diboceng hamid terjatuh. Saya tidak mengerti mengapa mereka bisa terjatuh karena saya dan kevin didepan dan bersyukurnya motor kevin kuat bersamaan dengan motor harel dan umi.
Kami memilih jalur pendakian sembalun. Motor diparkir, kami pun siap-siap.
Matahari sudah hampir ditengah-tengah antara timur dan barat saat kami memulai pendakian. 

SEMBALUNN!!!

Di awal perjalanan menurut saya trek nya sudah cukup melelahkan, disambut dengan sabana, melewati sungai kering, langsung menanjak batu-batu besar. Semua terdiam. Fokus pada langkah kaki masing-masing yang membawa beban berat di punggung terutama para laki-laki. Hanya suara nafas dan langkah kaki yang saya dengar saat itu.
 Ditambah lagi baru diawal perjalanan, sol bawah sepatu harel lepas yang mengakibatkan dia harus ganti dengan sendal gunung. Kami ber-13 saat itu. Matahari benar-benar sangat terik.





Perjalanan ke pos 1 terasa sangat lama. Ya memang karena treknya panjang. Saya dan umi paling depan saat itu. Diikuti oleh Harel yang berada di belakang kami. Oleh kevin kami disuruh duluan, karena katanya kalau menunggu yang lain akan sangat lama dan keburu malam untuk nge camp di pos 3. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya kami menemukan saung kecil yang lumayan teduh untuk istirahat sejenak di tengah-tengah sabana ini. Sekalian menunggu teman-teman yang lain.

ditengah-tengah sabana ada kaya ginian sudah membuat saya senang

Setelah tata, annis, hafid muncul, saya dan umi memutuskan untuk melanjutkan perjalanan karena merasa sudah cukup istirahatnya. Saat diperjalanan saya dan umi pun jadi bareng dengan Kevin, Harel diikuti dengan Hamid dan Hafid. Perjalanan ke Pos 1 benar-benar lamaaa sekali. Ditemani dengan matahari yang terik membuat banyak keringat bercucuran. Menurut saya, umi termasuk orang yang jalan cepat dan tidak banyak melakukan istirahat duduk karena itu akan membuat lebih terasa lelah. Mengikuti tempo umi, saya setuju dengan hal itu, mengingat ini gunung kedua yang saya daki setelah semeru.
Diperjalanan saya dan umi jadi bareng dengan kevin, harel, diikuti dengan hafid dan hamid. Sekitar 100 meter mencapai pos 1, ada tukang ojek yang menawari diri secara gratis untuk mengajak saya yang berjalan paling belakang. Saya langsung mengiyakan ajakan tersebut wkwkwk. Beruntungnya sayaaa hehehehe. Oiya di gunung rinjani tersedia tukang ojek sampai pos 1. Tetapi trek yg dilalui motor juga cukup sulit.
Akhirnya sampai di POS 1 !!

POS SATUUUU !!


Sampai di Pos 1, saya lumayan kaget karena banyak turis asing di pos 1 yang makan dengan meja makan, kursi, dan makanan yag termasuk mewah di gunung. Apalagi turis dari tiongkok atau vietnam, yah pokonya yang matanya sipit-sipit itu, mereka dengan enak minum pulpy, cocacola, haduu bikin kabita pokonya maahh. (kabita=ngiler). Di pos 1 masih ada sinyal untuk telfon ataupun internet.
makan cantik dulu




Saat kami beristirahat tata dan anis lewat, mereka hanya istirahat sebentar dan langsung melanjutkan perjalanan. Setelah cukup istirahat saya dan umi memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Sementara hafid, kevin, harel, dan hamid menunggu sandro, tejar, vinny, fibril, dan brilly.
Pos 1 ke pos 2 ini kata kevin bonus. Jaraknya yang hanya 1,4 km dan itu sabana semua. Ya dibilang bonus saya cukup setuju, karena dibandingkan menuju pos 1 ini lebih mudah. Ditambah awan sedang menghalangi matahari saat saya menuju pos 2. Tapi tetap saja lelah hhhhhh
Sampai di pos 2, saya berkenalan dengan seseorang yang berasal dari sulawesi. Kebetulan dia memakai sepatu yang sama persis dengan saya. Saya dan umi berbincang sedikit dengannya sampai teman-teman datang. Sambil menunggu yang lain saya tertidur dan merasa saya tidur cukup pulas.

POS 2

Sandro, tejar, vinny, fibril, brilly datang dan katanya carrier salah dua dari mereka dibawa porter. Kevin melanjutkan perjalanan dengan membawa 2 carrier. Kevin udah 10x ke rinjani. Memang kuat. Tapi saat itu dia membawa 2 carrier. Padahal carrier dia aja udah berat, ditambah dia bawa carrier di depan. Ckckkck luar biasa emang.
Saya dan umi mengikuti kevin. Kevin berjalan lebih lambat memang. Lalu, dia menyuruh kami duluan untuk mengetag tempat camp di pos 3. Hamid menyusul dan berjalan mendahului kami.
Perjalanan ke pos 3 melewati sabana yang panjang dan selalu ditemani matahari yang terik. Benar-benar membuat lelaahh. Sampai mendekati pos 3 extra, harus melalui jalanan yang menanjak dan 
berkelok. 







Setelah melewati jembatan, saya dan umi bertemu dengan sekelompok mahasiswa UNPAD, mereka dari jurusan perikanan. Lalu kami jalan bareng dengan mereka, yah lumayan asik, ada suasana yang beda karena mereka bawel-bawel gitu wkwkwk. Nah setelah jembatan sebelum pos 3 extra, katanya tejar bertemu dengan kakek-kakek ghaib apa gimana gitu saya lupa.

Akhirnyaaa sampe jugaaa di pos 3 HHHHHHH. Tapi dengan niat ingin membangun tenda diawal, eh tenda nya ada di kevin sandro tejar. Mas-mas yang dari UNPAD melanjutkan perjalanan nya sampai pelawangan. Saya ga ngebayang kalo saya harus melanjutkan hingga pelawangan hari itu juga.
Saat semua telah tiba, kami pasang tenda, saya sih masak aja dah. Masak mie sm telor doang tapi. Umi masak nasi dan selalu masak nasi di rinjani. Hasil nasinya katanya 75% mateng 25% pra.
Malam itu di pos 3 angin tidak terlalu kencang karena kami kemah dilindungi tebing. Nah, ternyata kami depan-depanan tenda nya dengan mas-mas dari undip yang bertemu di kapal tempo hari. dan dia satu tenda dengan pria yang kemarin sempat ngobrol dengan kami di pos 2. 
camp di pos 3
Tengah malam vinny katanya kebelet pipis, dan dia membangunkan kami semua para wanita di tenda tapi tidak ada yang bangun. Umi malah minta sleeping bag berdua dengan saya, karena sb nya tidak tahu dimana. Sedangkan saya malah menyuruh vinny tutup lagi tendanya dengan mata merem dan tidak sadar hehhehe. Maapkan akuuu piniiiiii.....
Saat semua sedang tidur ternyata tejar sakit di tenda. Paginya dia memutuskan untuk pulang langsung ke jakarta atau malang. Sakitnya benar-benar sakit. Apalagi carrier tejar katanya paling berat. peralatan kelompok terlalu banyak di carriernya. Saat itu saya merasa sedih campur kecewa. Katanya perjalanan ke pos 3 ini banyak yang lupa sama temen belakangnya. Saya jadi merasa bersalah dan merasa egois juga karena saya termasuk yang datang duluan ke pos 3 setelah hamid. Maafkan aku teman-teman........
Tetapi akhirnya, tejar memutuskan untuk pulang dulu ke rumah kevin dan cek medikal di lombok kebetulan ibunya punya kenalan dokter di lombok. Ditemani annis, tejar turun duluan dan menunggu kami semua pulang di rumah kevin dengan janji akan menyambut kami pulang dengan MARTABAK KEJUU !!

Di pos 3 mencari sumber air lumayan sulit. Harus menggali tanah. Saya tidak ikut mencari air karena bertugas untuk masak. Cukup lama menunggu para pria yang mengambil air. Saat itu sumber air di pos 3 memang katanya sedang kering.

Para Pencari Air
Oiya ada tips nih, kan trek rinjani panjang sekali, untuk memudahkan perjalanan, hitung 1-100 baru istirahat. Tapi kalau benar-benar lelah sebelum angka 100, berhenti sebentar, tarik nafas.

Selasa, 8 Agustus 2017, kami melanjutkan perjalanan ke plawangan ber-11 orang. Saya, hamid, dan tata ditugaskan untuk berjalan duluan di depan.
Trek dari pos 3 ke plawangan benar-benar dahsyat. Diawali dengan menanjak batu-batu besar sampai dagu saya hampir menyentuh lutut. Gilak ini trek. Subhanallah sekaliiii.

Dari pos 3 saya banyak bertemu turis asing, kebanyakan dari mereka hanya membawa daypack kecil yang isinya hanya air saya kira. Barang-barang mereka dibawa oleh porter. Porter luar biasa kuat. Mereka hanya beralaskan sendal jepit dan bawaan mereka di pikul. Bawaan yang dipikul di pundak mereka benar-benar berat. Ada yang sampai bawa gas 3kg ke plawangan woi sama kompornya juga. Ditambah air, makanan, belum lagi tenda, pokonya asli itu berat banget. Semoga selalu sehat dan selamat ya kalian wahai para porter rinjani dan semoga para manusia bule itu memberi imbalan yang benar-benar setimpal. Saya sempat berkenalan dengan 2 turis dari austria yang saya lupa namanya, katanya kemarin ini mereka juga ke malang.
Pos 3 ke plawangan melewati banyak bukit, yang saya sudah tidak hitung lagi. Katanya ada 7 bukit penyesalan. Ya Allah, gustii, ini bener-bener nanjak terus luar biasaaaa. Bukit terakhir ke plawangan menurut saya sama dengan summit ke semeru nanjaknya. Bedanya ini ada pohon-pohon dan tanahnya tidak selembut mahameru.



photo by vinnyndya

Kevin, hamid, harel, saya, disusul hafid sampai plawangan.
Sampai plawangan saya merasa mau enek dan mau muntah. Di plawangan kami harus jalan lagi sekitar 45 menit untuk pasang tenda dekat dengan trek ke summit. Saya sudah benar-benar lelah sekali. Kaki seperti udah ga berasa. Saya bertemu seberlima anak yang dari unpad yang kemarin sempat jalan bareng. Mereka nyapa, tapi karena sudah lelah sekali saya hanya membalas dengan fake smile hehehehe. Sampai di tempat camp saya disambut dengan pemandangan danau segara anak yang indaaahh ditambah awan–awan disekitar plawangan. Pantes aja trek nya gitu, orang nyampe plawangan udah berasa diatas awan.
Kami langsung pasang tenda dan masak dengan persediaan air yang masih ada. Saya masak ditemani dengan sunset. Aaah sungguh indah.
Beberapa dari kami menjemput teman-teman yang lain dan membawakan carriernya.
 photo by vinnyndya

   photo by vinnyndya

  photo by vinnyndya

   photo by vinnyndya

   photo by vinnyndya

 photo by vinnyndya

  photo by vinnyndya

 photo by sandrooon

  photo by sandrooon

 photo by sandrooon

 photo by christianharel

  photo by sandrooon



  photo by sandrooon

 photo by sandrooon



  photo by sandrooon

 photo by sandrooon

Malam hari, di plawangan.
Sungguh, langit plawangan sangat indah. Ditaburi banyak bintang yang berkelip, ditambah dengan hembusan angin malam gunung rinjani.

 photo by christiaharel

  photo by christiaharell

 photo by christiaharel 

  photo by christiaharel
 photo by christiaharel

 photo by christiaharel

*p.s : all photo was taken by my ftiends

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA KE LOMBOK : summit ke puncak anjani

Sekitar pukul 01.00 dini hari, Rabu 9 Agustus 2017,  kami semua bersiap untuk summit. Its time for summit attack ! Sinar lampu senter dan headlamp memenuhi langit malam itu. Awal trek menuju summit, menurut saya sudah sulit. Benar-benar nanjak dan tanah berpasir. Saya sempat jatuh kebawah saat menanjak. Saat sampai diatas, ternyata trek masih panjaangg.   Beruntungnya saat kami summit, tidak ada badai angin kencang. Katanya, biasanya saat summit ke puncak anjani angin sangat kencang, bahkan kabut pun ikut menyertai perjalanan summit. Di tengah perjalanan saya berbarengan dengan hafid. Hafid jari kakinya berdarah. Tapi saya terus mencoba memotivasinya agar terus melanjutkan summit. Saya pun mengikuti tempo jalan hafid karena kakinya sakit dan mungkin tubuh nya yang sudah lelah dari perjalanan kemarin jadi banyak melakukan istirahat. Hafid selalu mengatakan sudah tidak kuat untuk meneruskan perjalanan tapi saya memaksa agar terus sampai puncak. Setelah melewati trek yang be...

CERITA KE LOMBOK : Turun dari sembalun yang nyeremin

Sore itu kami memutuskan untuk tidak ke danau segara anak. Kalau ke danau segara anak, kami harus kembali lagi ke pelawangan karena kami harus pulang lewat sembalun lagi. Motor diparkir di sembalun. Kami sudah lelah, ingin segera pulang dan bertemu martabak, jadi malam itu kami ngecamp dan besoknya segera turun. Malam terakhir di pelawangan, saya merasa benar-benar kedinginan sampai menggigil. Entah memang suhu yang lebih dingin atau suhu tubuh saya yang sudah kurang fit. Tambahan informasi. Saat kamu akan summit dan tenda tidak ada yang jaga, masukkan seluruh barang ke carrier jangan ada yang berceceran. Pun saat kamu sedang didekat tenda, jangan biarkan barang kamu berceceran. Hati-hati dengan orang asing. Kamis 10 Agustus 2017, kami bersiap untuk turun. dadaah pelawangaann Saya turun dengan sangat hati-hati karena lumayan sulit dan beberapa kali harus nyerodot. (nyerodot=kaya turun di perosotan gitu). Dengan vinny dan tata dibelakang kami. Kevin sudah duluan, katany...

INTRO

Setelah memaksa diri ini untuk menulis, akhirnya saya putuskan untuk berbagi pengalaman atau informasi apapun yang saya ketahui melalui blog ini. Oiya, btw sebenarnya ini blog kedua saya. Blog pertama saya sudah lama sekali tidak aktif dan hilang entah kemana. Nah kali iniiii, saya berniat berbagi cerita mengenai pengalaman selama liburan semester ini. Jadi, di liburan semester ini saya diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu daerah yang ada di Indonesia. Yaitu LOMBOK. Sudah tidak diragukan lagi memang keindahan Lombok. Rencananya saya akan membuat bagian cerita di setiap tempat yang saya datangi. Gunung Rinjani, Pantai Boom Ampenan, Desa Sade, Bukit Merese, Gili Trawangan, dan Pantai Senggigi.